Ruwahan merupakan tradisi kebudayaan Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia, dimana biasanya dilaksanakan dalam berbagai rangkaian acara. Dimulai dengan nyadran. Kegiatan nyadran dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Desa Gripit dari berbagai usia.Biasanya dilaksanakan di bulan Sya’ban Minggu terakhir. Diawali dengan membersihkan kuburan beserta batu-batu nisan, lalu mendoakan arwah leluhur, kemudian membersihkan masjid di desa. Setelah acara tersebut selesai, para masyarakat yang turut serta dalam kegiatan nyadran melanjutkan untuk menyantap makanan Bersama di area wisata religi Makam Sunan Gripit. Menunya beragam, ada nasi tumpeng dengan urap-urapan, buah-buahan, ketupat slamet, ingkung ayam, telur, serta jajanan pasar. Cara penyajiannya juga cukup unik, makanan tersebut ditata rapih di dalam tenong atau tampah yang dibuat dari anyaman bambu dan beralaskan daun pisang. Selain itu, untuk hasil bumi dan kupat slamet biasanya ditata rapih menjadi berupa gunungan. Hingga kini, tradisi tersebut masih sangat di dilestarikan di Desa Gripit. Ritual tersebut jadi simbolis membersihkan diri dengan berbuat baik antarsesama, terutama di lingkungan sosialnya.

Tulis Ulasan

5 Average Ratting
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jalan Raya Gripit-Kalibening KM 0,5

Jam Buka

Saat Ini Buka
Membuka
Membuka
Membuka
Membuka
Membuka
Membuka
Tutup
20 Agustus 2022 12:37 pm

Info Tambahan